Sopir Vanessa Angel Diduga Main Ponsel Sebelum Kecelakaan

Sopir Vanessa Angel Diduga Main Ponsel Sebelum Kecelakaan

SIBERITA.ID | Sopir Vanessa Angel diduga bermain telepon genggam dan pura-pura mengantuk saat kecelakaan terjadi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Gatot Repli Handoko mengatakan akan mendalami kasus tersebut. Ia juga belum dapat mengkonfirmasi soal dugaan kelalaian sopir tersebut. Menurut Gatot, sopir Vanessa belum diperiksa oleh polisi karena kondisinya dinilai belum stabil.

“Saat ini sopir dijaga oleh penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Jombang. Jika sudah sudah ada rekom dari dokter dinyatakan sehat, akan langsung dilakukan pemeriksaan,” kata Gatot melalui pesan singkat, Jumat, 5 November 2021.

Menurut Gatot, sopir dan anak Vanessa telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya pada Kamis malam, 4 November 2021, pukul 20.00. Mereka tiba di rumah sakit Polda Jawa Timur itu tak lama setelah jenazah Vanessa dan suaminya, Febri Ardiansyah, dibawa ke Jakarta lewat jalur darat. “Untuk asesmen dan pemulihan. Anak almarhumah didampingi pihak keluarga,” kata Gatot.

Gatot menuturkan kondisi tiga korban luka, yakni anak, sopir dan asisten rumah tangga Vanessa, dalam keadaan stabil. Sehingga polisi tinggal melaksanakan proses pemulihan. Ihwal dugaan sopir Vanessa yang menghapus pesan di media sosial ihwal pura-pura mengantuk, Gatot menuturkan belum mengetahui. “Kami belum dapat mengkonfirmasi,” katanya.

Sebelumnya pada Kamis kemarin Mitsubishi Pajero Sport warna putih yang dinaiki Vanesa, Febri Ardiansyah alias Bibi, anak Vanessa, sopir dan pengasuh anak mengalami kecelakaan tunggal di ruas tol Jombang-Mojokerto Km 672.400/A. Mobil melaju kencang dari Jakarta ke arah Surabaya. Kecelakaan itu merenggut nyawa Vanessa dan Febri. Vanessa bahkan terlempar keluar dari mobilnya sejauh 3 meter.

Jenazah Vanessa Angel dan Febri sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk diautopsi. Dari hasil autopsi, Vanessa mengalami luka berat di bagian dada. Adapun Febri, selain luka di dada, juga di bagian tangannya. 

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Latif Usman menduga kecepatan mobil di atas 100 Km/Jam. “Apakah sopirnya lelah dan mengantuk, kami masih menyelidiki,” kata Latif.