Produk Briket UMKM Tasikmalaya Dikirim ke 15 Negara

Produk briket arang balok asal Kabupaten Tasikmalaya yang produksi oleh CV Mandiri Persada telah mampu menembus pasar global hingga 15 negera

Produk Briket UMKM Tasikmalaya Dikirim ke 15 Negara

KAB. TASIK, SIBERITA.ID | Produk briket arang balok asal Kabupaten Tasikmalaya yang di produksi oleh CV Mandiri Persada telah mampu menembus pasar global. Hal itu seiring dengan adanya permintaan ekspor ke negara-negara di Timur Tengah, Asia, dan Eropa.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga mendorong peningkatan pembiayaan koperasi sektor riil melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM).

CV Mandiri Persada mendapat bantuan dari segi pembiayaan Karena merupakan anggota dari Koperasi Makmur Mandiri (KMM) yang juga mitra LPDB-KUMKM. Kerenanya CV Mandiri Persada kini telah mampu merambah pasar internasional hingga 15 negara.

Mendengar pencapaian tersebut, Menteri Koperasi UKM Drs. Teten Masduki yang didampingi Anggota DPR-RI Komisi VI Muhammad Husein Fadlulloh datang berkunjung dan meninjau langsung proses briket arang balok yang di produksi oleh CV Mandiri Persada Pada 11 September 2021. Turut hadir pula Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo.

Dihari itu, CV Mandiri Persada rencananya akan mengekspor briket dengan negara tujuan Hongkong dan Iraq. Pada kesempatan tersebut pula, Menteri Teten diberi amanah oleh Owner CV Mandiri Persada Dewi Shinta untuk memecahkan guci sebagai simbol pelepasan ekspor briket.

Menteri Koperasi UKM Drs. Teten Masduki dalam jumpa pers memaparkan, pihaknya sangat senang dengan capaian CV Mandiri Persada setelah mendapatkan dukungan pembiayaan dari LPDB melalui kopersi. Sehingga kini produksinya bisa dieskpor sebanyak 19 kontainer per bulan yang awalnya hanya 5 kontainer.

"Kita telah mendengar dari ibu Shinta, sekarang ia sudah bisa ekspor 19 kontaier yang dulu hanya 5 kontainer saja, itu sebenarnya masih kurang dalam memenuhi permintaan dunia dan saya diberi perintah oleh presiden untuk meningkatkan ekspor produk UKM, maka dari itu kami langsung membimbing potensi-potensi UKM yang siap ekspor, ini permintaan marketnya ada tapi produksinya belum optimum," papanya.

Lebih lanjut, Menteri Teten menjelaskan, pendekatan yang dilakukannya adalah untuk menaikan kelas dari UMKM ke UKM guna memperluas lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah usaha mikro perorangan. Pihaknya juga mendorong pemerintah daerah bisa memenuhi kebutuhan bahan baku para pelaku UKM sebelum kesempatan itu diambil pihak luar.

"Pendekatan kita juga untuk menaikan kelas UMKM ke UKM, selain itu masalah kuantias produksi yang belum optimal oleh pelaku UKM harus segera ditindak lanjuti pemerintah daerah untuk dibantu pemenuhan bahan bakunya, sebelum kesepatan itu dilirik pihak lain," pungkas Teten.

Owner CV Mandiri Persada Dewi Shita mengucapkan terimakasih atas kedatangan Menteri Ekonomi UKM, DPR-RI dan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada CV Mandiri Persada.

"Terimamasih kepada Pak Menteri dan semua pihak yang hadir, saya sangat bahagia sekali, kami jauh ini bisa diperhatikan, semoga kita ke depan bisa semakin maju dan sukses, karena warga sekitar sangat butuh pekerjaan, ditengah pandemi Alhamdullilah kita makin banyak permintaan bahkan ada yang saya tolak, semoga kita menjadi bagian dalam memajukan Indonesia khusunya Tasikmalaya," ucap Shinta.