Penyebab Sakit Kepala yang Sering Terjadi dan Tak Disangka-sangka

Penyebab Sakit Kepala yang Sering Terjadi dan Tak Disangka-sangka

SIBERITA.ID | Kebanyakan orang mengatasi sakit kepala dengan pengobatan yang dijual bebas. Tapi sebenarnya, sakit kepala bisa hilang total bila kita mengobati sesuatu yang menyebabkan timbulnya rasa sakit itu.

Sakit kepala merupakan keluhan umum yang pastinya pernah dialami semua orang. Tapi, sakit kepala yang dialami setiap orang mungkin berbeda-beda.

Karena itu dilansir dari Times of India, Anda perlu tahu berbagai jenis sakit kepala. Faktor-faktor ini dapat membantu mengidentifikasi jenis sakit kepala yang Anda derita dan dokter dapat mengobatinya dengan tepat.

1. Migrain

Sakit kepala migrain adalah jenis sakit kepala kedua yang paling umum. Sakit kepala ini cukup parah dan menyebabkan nyeri berdenyut, biasanya di satu sisi kepala.

Sakit kepala yang berhubungan dengan migrain biasanya disertai dengan gejala lain termasuk mual, muntah dan kepekaan yang ekstrim terhadap cahaya dan suara.

Sementara penyebab sakit kepala migrain tidak pasti, para ahli percaya itu terjadi ketika sel-sel otak yang tidak stabil mempengaruhi pembuluh darah dan fungsi sel saraf.

2. Sakit kepala tegang
Sakit kepala tegang dapat berkisar dari nyeri ringan hingga sedang di kepala. Hal ini sering digambarkan sebagai rasa sesak atau tekanan yang konstan di sekitar kepala atau nyeri di bagian belakang kepala atau leher.

Hal ini dapat disertai dengan gejala, seperti mual dan muntah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Sakit kepala sinus

Sakit kepala sinus adalah hasil dari infeksi pada sinus yang juga dikenal sebagai sinusitis. Sakit kepala ini mungkin terasa seperti tekanan di sekitar mata, pipi dan dahi yang menyebabkan gejala lain termasuk demam, keluarnya lendir, rasa tidak enak di mulut, pembengkakan di wajah dan nyeri di tulang pipi.

4. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster adalah jenis sakit kepala primer yang paling parah, yang biasanya lebih banyak menyerang pria daripada wanita.

Sakit kepala jenis ini berulang dan muncul tiba-tiba. Rasa sakit biasanya parah dan intens dengan sensasi menusuk. Rasa sakit itu terletak di belakang salah satu mata dan rasa sakitnya tidak berpindah sisi.

5. Sakit kepala rebound

Sakit kepala rebound terjadi karena penggunaan obat yang berlebihan. Kondisi ini mempengaruhi setidaknya 5 persen orang dan terjadi ketika orang menggunakan penghilang rasa sakit, seperti aspirin, acetaminophen (Tylenol), ibuprofen (Motrin, Advil), atau obat resep.

Sakit kepala rebound memburuk di pagi hari dan biasanya lebih sering terjadi berulang. Seiring waktu, sakit kepala juga menjadi lebih sering.