Mitos Kampung 12 Bojongsari Culamega

Berada di Dusun Curug Telu, Desa Bojongsari Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, dari dulu hingga sekarang kampung ini hanya ditinggali 12 bangunan rumah warga saja.

Mitos Kampung 12 Bojongsari Culamega

SIBERITA.ID | Selintas nampak tak ada yang aneh dengan keberadaan kampung ini. Secara peradaban pun warga kampung 12 terbuka dengan perkembangan zaman. Hal itu terlihat dari bangunan rumah warga yang hampir seluruhnya sudah bergaya modern. 

Namun, ada satu keunikan yang masih menjadi misteri menyertai keberadaan kampung 12 ini. Warga meyakini, keunikan tersebut tak ada kaitan dengan unsur mitos apapun. Akan tetapi fakta itu selalu terjadi hingga saat ini. 

Nama kampung 12 sendiri, diambil dari jumlah bangunan rumah yang ada di lingkungan tersebut, dimana jumlahnya tidak bertambah, pun tidak berkurang. 

Sesepuh Kampung 12 yang sudah berusia 90 tahun, Ki Umin mengisahkan, awalnya kampung 12 sebagai tempat pengungsian. Dulunya banyak warga yang mengungsi ke lokasi ini untuk menyelamatkan diri dari kejaran pemberontak DI.

Setelah situasi kondusif, warga yang mengungsi diminta untuk pindah kembali ke kampung asal. Namun, karena masih merasa takut, sebagian warga yang jumlahnya 12 keluarga memilih bertahan, sementara yang lainnya kembali pulang ke kampung halaman.

Karena keinginan kuat untuk tinggal di lokasi pengungsian, akhirnya warga pun diperkenankan untuk tinggal. Namun, ada seseorang yang berpangkat letnan memberi amanat untuk tidak menambah jumlah penduduk. Dari sejak saat itulah hingga sekarang, jumlah bangunan rumah di kampung ini tidak bertambah, juga tidak berkurang.

Ki Umin mengungkapkan, yang terjadi selama ini, jika ada warga yang berniat tinggal dan membangun rumah di Kampung 12, maka selalu ada warga yang pindah ke luar permukiman tersebut. Entah warga baru ataupun lama.

Ia juga menegaskan tidak ada adat istiadat tertentu dan tidak pernah mendapati keanehan apapun selama tinggal di Kampung 12 ini, tapi itulah yang terjadi selama ini.**